Minggu, 3 Juli 2022
PERTEMUAN PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK

http://situs.opi.lipi.go.id/manassa/

   
Kegiatan :
» daftar data

Rakor Pertama Pengurus Pusat Manassa 2016-2020

Rapat Koordinasi atau Rakor Pertama Pengurus Harian Pusat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) telah dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung D Lt. 4 Perpustakaan Nasional RI, Salemba, Jakarta, pada Jumat, 18 November 2016.

Pengurus yang hadir pada Rakor pertama, yaitu: Munawar Holil (Ketum), Dedi Supriadi (Ketua I), Pitria Dara (Sekretaris II), Priscillia F. Limbong (Bendahara), Mahrus eL-Mawa (Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan); Agung Kriswanto (Bidang Pendidikan dan Pelatihan), Sri Sumekar (Bidang Pendidikan dan Pelatihan), Tedi Permadi (Bidang Pendidikan dan Pelatihan), I Made Suparta (Bidang Penelitian dan Pengembangan), Aditia Gunawan (Koordinator Bidang Publikasi dan Penerbitan), M. Nida Fadlan (Bidang Publikasi dan Penerbitan), Titiek Kismiyati (Koordinator Bidang Kerjasama Kelembagaan), Alfan Firmanto (Bidang Kerjasama Kelembagaan), dan Teguh Purwanto (Bidang Kerjasama Kelembagaan).

Rakor membicarakan mengenai rencana kerja Pengurus Pusat MANASSA periode 2016-2020. Pokok-pokok yang dibicarakan adalah: (1) Pembenahan Organisasi dan Keanggotaan, (2) Simposium dan Seminar, (3) Penelitian dan Pengembangan, (4) Pendidikan dan Pelatihan, (5) Publikasi dan Penerbitan, (6) Kerjasama Kelembagaan. Rakor dimulai dengan perkenalan para Pengurus Pusat Manassa, kemudian dilanjutkan dengan membahas ke-6 pokok pembicaraan tersebut. Pada pokok (1) persoalan yang mengemuka adalah soal AD/ART MANASSA yang pada beberapa pasal atau ayatnya dianggap tidak cocok atau tidak sesuai lagi dengan perkembangan organisasi. Karena itu di dalam Rakor diputuskan untuk membentuk Tim Ad-Hoc yang akan membahas dan meninjau ulang AD/ART agar landasan organisasi MANASSA semakin kokoh. Ketua Tim Ad-Hoc terpilih adalah Dr. Dedi Supriadi, S.Ag., M.Hum. Beliau diberi kepercayaan untuk mengundang para senior dalam organisasi MANASSA untuk membicarakan revisi atau peninjauan ulang AD/ART MANASSA. Persoalan yang juga mengemuka adalah meninjau ulang SK Pengurus Cabang MANASSA dan menerbitkan ulang SK Pengurus Cabang MANASSA sejalan dengan SK Pengurus Pusat MANASSA.

Persoalan berikutnya yang juga dibahas pada pokok pembicaraan (1) adalah pembenahan keanggotaan. Kewajiban para anggota untuk membayar iuran anggota MANASSA sebesar Rp50.000,00 per tahun yang sudah disepakati pada tahun 2012 ternyata sudah berapa tahun terakhir ini tidak dipenuhi oleh sebagian besar anggota. Di dalam Rakor disepakati bahwa akan ada pemutihan keanggotaan dan penyesuaian iuran wajib anggota MANASSA. Setiap anggota MANASSA wajib membayar iuran keanggotaan sebesar Rp100.000,00 per tahun. Setiap anggota yang telah membayar iuran keanggotaan memperoleh hak untuk (1) mendapatkan kartu anggota MANASSA, (2) mendapatkan akses untuk memperoleh Jurnal Manuskripta, sekaligus diprioritaskan untuk menulis di Jurnal Manuskripta, (3) memperoleh Buletin Berita Manassa, (4) mendapatkan informasi berkaitan dengan kegiatan-kegiatan MANASSA, seperti: simposium, seminar, workshop/pelatihan, dsb., (5) mendapatkan potongan harga untuk buku-buku tertentu yang dikelola MANASSA.

Pada pembicaraan pokok (2) disinggung tentang rencana Simposium Internasional MANASSA ke-17 (tahun 2018) yang akan diselenggarakan oleh MANASSA Cabang Riau dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Perpustakaan Nasional RI. Selain itu, ada rencana untuk melakukan Konferensi Internasional di Medan pada tahun 2017 yang merupakan kolaborasi MANASSA dengan HISKI (Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia) dan ATL (Asosiasi Tradisi Lisan). Namun, rencana untuk melakukan konferensi ini masih dalam tahap pembicaraan dengan kedua lembaga terkait.

Pada pokok (3) ada usul untuk melakukan penelitian bersama di antara sesama anggota MANASSA dengan topik penelitian tertentu yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, “Cerita (Nabi) Yusuf” yang terdapat dalam kesusastraan Bali, Jawa, Lombok, Melayu, Sunda, dan mungkin kesusastraan lain di Nusantara. Selain itu, muncul juga gagasan untuk menyediakan database hasil-hasil penelitian para anggota MANASSA yang dapat diakses oleh para peneliti naskah. Namun, ide atau usul ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut.

Dalam pembicaraan mengenai “Pendidikan dan Pelatihan”, yaitu Pokok (4), direncanakan untuk mengadakan berbagai pelatihan atau workshop bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI atau lembaga lain. Workshop tersebut, misalnya saja: Workshop Konservasi naskah, Workshop Digitalisasi Naskah. Selain itu, muncul rencana untuk mengadakan diskusi rutin dua bulanan di Perpustakaan Nasional RI mengenai berbagai topik yang berkaitan dengan penelitian naskah Nusantara.

“Publikasi dan Penerbitan”, yang menjadi Pokok (5) yang didiskusikan, disepakati untuk fokus pada upaya pengelolaan Jurnal Manuskripta yang lebih serius sehingga dalam 2-3 tahun ke depan jurnal OJS (Online Jurnal System) yang dikelola MANASSA ini sudah dapat menjadi jurnal terakreditasi (internasional). Secara teknis, tahun 2017 ditargetkan sudah terbit beberapa nomor jurnal, sekaligus juga akan diadakan beberapa pertemuan untuk melakukan “coaching-clinic” pengelolaan jurnal. Selain jurnal, mulai tahun 2017 direncanakan untuk menerbitkan kembali newsletter (buletin) Berita Manassa. Berbeda dengan Jurnal Manuskripta, buletin akan disajikan dalam bentuk yang lebih populer. Isinya berupa informasi tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan MANASSA, buku-buku terbitan baru, risalah tesis/disertasi, tokoh yang berkecimpung di bidang pernaskahan, dan hal-hal lain sebagai sarana informasi di antara sesama peneliti naskah Nusantara. Selain jurnal dan buletin, juga direncanakan untuk menerbitkan hasil-hasil penelitian berupa alihaksara, terjemahan, serta disertasi yang berbasis naskah bekerja sama dengan pihak lain, misalnya dengan Perpustakaan Nasional RI.

Pokok terakhir yang dibicarakan dalam Rakor Pertama adalah mengenai Kerjasama Kelembagaan. Inti pembicaraan dari pokok terakhir ini menyangkut dua hal, yaitu (a) mengoptimalkan MoU yang telah dibuat MANASSA dengan lembaga lain, (b) menjajagi kemungkinan untuk bekerja sama dengan instansi lain, seperti Kementerian Agama dan Kemendikbud, dalam hal pemberian beasiswa dll. Dari kerja sama dengan lembaga atau pihak lain itu diharapkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan MANASSA akan berjalan lancar dan organisasi ini semakin dikenal luas serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum. [Red]

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 8 Februari 2017

 
halaman depan »

BERITAHU TEMAN




AKSES ANGGOTA
username :

password :

 
PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK
 
LIPI     O   P  I   -   Organisasi   Profesi   Ilmiah   Indonesia »»»»»»»»»»