Minggu, 3 Juli 2022
PERTEMUAN PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK

http://situs.opi.lipi.go.id/manassa/

   
Kegiatan :
» daftar data

Seminar Internasional, 8 Maret 2011, di Aula Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh

Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) bekerja sama dengan Museum Negeri Propinsi Aceh, Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM), dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) akan menyelenggarakan seminar internasional dengan tema "Revitalisasi Manuskrip Aceh: Pemeliharaan dan Pelestarian Manuskrip sebagai Warisan Budaya Masa Lalu” pada 8 Maret 2011 di Aula Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Seminar ini pun melibatkan enam narasumber dari dalam dan luar negeri diantaranya adalah Prof. Miyazaki (TUFS),Dr. Shukri Yoh, MA (UKM), Prof. Dr. Maidir Harun (Kapusllitbang Lekutur Keagamaan Kemenag), Dr. Oman Fathurrahman, MA (Ketua Manassa Pusat), dan Nurdin Dewantara (Kepala Arsip)


Sepanjang sejarahnya, Aceh telah mewariskan artefak budaya berupa naskah-naskah tulisan tangan (manuscripts) yang sangat kaya. Sebagian manuskrip tersebut telah mendapat perhatian dan bahkan menjadi kunci utama bagi para peneliti dalam mengungkapkan sejarah peradaban Aceh masa lalu yang berkaitan dengan sejarah politik kerajaan, sosial budaya, ekonomi, agama, keilmuan, dan lain-lain. Akan tetapi, sebagiannya lagi masih menjadi benda kuno saja yang keberadaannya belum mendapat perhatian dari khalayak luas.

Kini, karena usianya yang sudah ratusan tahun, ditambah dengan rendahnya kesadaran dan pengetahuan perawatan dari para pemiliknya, kondisi fisik manuskrip-manuskrip tersebut sudah rapuh dan bahkan sebagian terancam punah. Upaya-upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk melestarikan dan mengambil manfaat dari manuskrip-manuskrip tersebut oleh berbagai pihak selama ini seolah belum juga memadai untuk menempatkan manuskrip-manuskrip tersebut sebagai sebuah objek yang menarik, baik sebagai sumber penelitian, sebagai objek wisata kebudayaan, maupun sebagai rujukan kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu kesan yang melekat dalam memori umum masyarakat berkaitan dengan manuskrip Nusantara ini tampaknya adalah hanya kekunoannya dan keterpencilannya dari kehidupan sehari-hari. Manuskrip umumnya dikesankan tidak memiliki kontribusi berarti bagi kehidupan sosial kemasyarakatan dalam konteks kekinian. Mereka yang memberikan perhatiannya juga masih terbatas pada peneliti bidang tertentu, seperti filologi, pustakawan, atau sejarawan saja, padahal kandungan isi manuskrip-manuskrip tersebut diyakini mencakup berbagai bidang kehidupan, seperti sosial budaya, ekonomi, agama, adat istiadat, dan bahkan sosial politik masyarakat masa lalu yang seyogyanya memiliki benang merah dan dapat memberikan kontribusi penting pada konteks masyarakat kekinian yang seringkali dianggap telah melupakan kearifan lokal sejarah masyarakatnya sendiri.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga lokal dan nasional, seperti Museum Negeri Propinsi Aceh, Museum dan Yayasan Pendidikan Ali Hajsmy, Dayah Tanoh Abee, Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM), Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) untuk melakukan berbagai upaya pemeliharaan, pelestarian, dan pemanfaatan manuskrip-manuskrip Aceh yang tersimpan di sejumlah lembaga. Upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut mencakup antara lain, penyusunan katalog, sosialisasi pentingnya pemeliharaan manuskrip, serta pelatihan tentang teknik restorasi.

Dalam rangka untuk lebih mensosialisasikan semua hasil kegiatan yang telah dilakukan tersebut kepada khalayak yang lebih luas, TUFS merencanakan penyelenggaraan sebuah seminar internasional, yang akan melibatkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar Negeri.

Bentuk dan Tema Program
Adapun bentuk kegiatan yang direncanakan adalah Seminar Internasional dengan tema “Revitalisasi Manuskrip Aceh: Pemeliharaan dan Pelestarian Manuskrip sebagai Warisan Budaya Masa Lalu”.

Pelaksana
Penyelenggara utama Seminar Internasional ini adalah Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) bekerja sama dengan Museum Negeri Propinsi Aceh, Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM), dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa).

Target dan Manfaat Program
Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan hal-hal penting berikut:
1. Mempromosikan beberapa hasil kegiatan Proyek Aceh selama ini, terutama Katalog naskah koleksi Dayah Tanoh Abee, dan juga Katalog Naskah Ali Hasjmy, serta Katalog lain yang telah diterbitkan sebelumnya oleh COE-TUFS;
2. Mensosialisasikan kepada khalayak umum, khususnya para pemilik manuskrip di Aceh, tentang pentingnya melakukan pemeliharaan dan pelestarian manuskrip sebagai warisan budaya Aceh masa lalu;
3. Mendiskusikan berbagai permasalahan, serta solusinya, berkaitan dengan pemeliharaan dan pemanfaatan manuskrip sebagai artefak budaya Nusantara;
4. Menginformasikan berbagai aktifitas seperti digitalisasi dan katalogisasi, di Aceh khususnya, dan di Indonesia umumnya, yang berkaitan dengan dunia pernaskahan Nusantara;
5. Mengajak pihak-pihak dari berbagai disiplin lain untuk bersama-sama terlibat memikirkan pentingnya pemeliharaan dan pelestarian manuskrip Aceh.

Pemakalah
Pemakalah Seminar Internasional ini akan terdiri dari 6 (enam) orang narasumber ahli dari dalam dan luar negeri.
1. Prof. Miyazaki (TUFS);
2. Prof. ........... (TUFS);
3. Dr. Shukri Yoh, MA (UKM);
4. Prof. Dr. Maidir Harun (Kapusllitbang Lekutur Keagamaan Kemenag);
5. Dr. Oman Fathurrahman, MA (Ketua Manassa Pusat);
6. Nurdin Dewantara (Kepala Arsip).

Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Seminar Internasional ini dilaksanakan di Aula Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tanggal 8 Maret 2011.

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 5 Maret 2011

 
halaman depan »

BERITAHU TEMAN




AKSES ANGGOTA
username :

password :

 
PENGURUS REGULASI KEGIATAN PUBLIKASI ANGGOTA
e-BERKAS KAS PROFIL FORUM TOKO KONTAK
 
LIPI     O   P  I   -   Organisasi   Profesi   Ilmiah   Indonesia »»»»»»»»»»