Minggu, 3 Juli 2022

» Halaman depan
» Tanggal penting
» Lokasi
» Akomodasi
» Program
» Registrasi
» Peserta
» Prosiding
» Panitia
» Kontak
» Forum online
   

Forum online

Anda bisa menuliskan tanggapan terhadap pesan ini memakai formulir di bawah pesan.

» Daftar pesan
» Tulis pesan baru

Bromartani dan Kiprah Jurnalistik Ronggowarsito: Memproklamasikan Sang Pelopor Jurnalisme Kebangsaan di Era Kapitalisme Media
Oleh : VERDY FIRMANTORO
Sabtu, 14 Mei 2016 (23:20) dari terminal 36.84.69.157

Bromartani dan Kiprah Jurnalistik Ronggowarsito:
Memproklamasikan Sang Pelopor Jurnalisme Kebangsaan di Era Kapitalisme Media

Sapuan besar globalisasi telah memberikan beragam implikasi. Salah satunya dalam dunia jurnalisme di Indonesia. Sejarah panjang yang menjadi rintisan praktik jurnalistik di Indonesia praktis tidak terlalu banyak diketahui. Bahkan kalangan ilmuwan maupun praktisi komunikasi yang notabene berkepentingan untuk mengenal akar historis perjalanan pers Indonesia juga menemui hal yang sama. Ketimpangan dalam mengenal perjalanan pers Indonesia merepresentasikan hilangnya akar identitas sebuah bangsa. Melalui Bromartani mencerminkan wajah pers Indonesia yang semestinya dapat diketahui sebagai pelopor karya jurnalistik Nusantara. Bromartani atau dikenal dengan istilah Pewarta Keliling merupakan surat kabar pertama yang diperuntukkan bagi kalangan pribumi. Surat kabar tersebut dipimpin oleh C.F. Winter, seorang pakar bahasa dan budaya Jawa yang pernah menjadi juru bahasa Jawa pemerintah Belanda. Bromartani terbit tahun 1855 di Surakarta dengan menggunakan bahasa lokal Jawa krama inggil. Melihat pioner pers berbahasa anak negeri, tidak dapat dilepasakan dari kiprah jurnalistik Roggowarsito. Selama ini Ronggowarsito hanya dikenal sebagai pujangga atau bahkan juru ramal, padahal ia juga menjadi seorang jurnalis di media Bromartani. Sebagai jurnalis, Bromartani menjadi corong Ronggowarsito untuk menggugat praktik kolonialisme Belanda dengan mendiseminasikan semangat kebangsaan bagi kalangan pribumi.

Kata Kunci : Bromartani, Ronggowarsito, Pioner Pers, Jurnalisme Kebangsaan


Bromartani and Gait Journalism of Ronggowarsito:
The Pioneers Proclaimed National Journalism in the Age of
Capitalism Media


Clearance of globalization gave diverse implications. One of them in the world of journalism in Indonesia. A long history stub journalistic into practice in indonesia is practically not too much known. Even the scientists and practitioners of communication which is interested to know the root of historical press in Indonesia also meet the same thing. Disparities in Indonesia know historical of press represent loss of identity roots a nation. Through Bromartani reflects press face the country should have been able to known as pioneer journalistic work well. Bromartani or is the Pewarta Keliling is an first newspaper reserved for the natives. The newspaper led by C.F Winter, an expert language and culture of java had been javanese interpreter for the dutch government. Bromartani published in 1855 in Surakarta and using java local languages, krama inggil. See pioner press with nation language, cannot separated with journalistic gait of Roggowarsito. Meanwhile, Ronggowarsito only renowned as poet or a soothsayer, but he also a journalist in Bromartani. As a journalist, Bromartani can accommodate Ronggowarsito to sue dutch colonialism by disseminating national spirit for the natives .

Keywords: Bromartani, Ronggowarsito, Pioneer Press, National Journalism


Tulis tanggapan baru :

Judul :
Nama Anda :
Pesan :
Kunci dinamis : *     [ lihat disini ! ]
    atau  


LIPI     O   P  I   -   Organisasi   Profesi   Ilmiah   Indonesia »»»»»»»»»»