Sunday, 3 July 2022

» Front page
» Important dates
» Venue
» Accommodation
» Programme
» Registration
» Participants
» Proceeding
» Organizer
» Contact
» Online forum
   

Online forum

You can write a reply to these messages using the online form below these messages.

» List of posted messages

Artikel-artikel media terkait dengan pelaksanaan CCCNS-2008
By : Antara
Thursday, 4 December 2008 (06:49) from terminal 125.160.106.83

LIPI-MKI Gelar Konferensi Komputasi Dan Fenomena Non-linier
PWP35/RDP01

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) menggelar konferensi ilmiah dengan fokus fenomena non-linier dan seluruh aspek komputasinya.

Konferensi yang bertajuk Conference on Computational, Computing and Non-linear Science (CCCNS 2008) merupakan yang pertama di Indonesia dan diinisiasi oleh konsorsium gabungan lembaga penelitian dan universitas di Indonesia yang bernaung di MKI.

"Pertemuan ilmiah ini merupakan gabungan dari pertemuan tahunan Workshop on Computational Science (WCS) dan Workshop on Non-linear Phenomena (WNP) yang diselenggarakan tahun 2004 dan 2006," kata Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta, Rabu.

Penyelenggaraan konfrensi sendiri dikatakannya merupakan percobaan pertama yang mempertemukan komunitas sains komputasi, komunitas non-linier yang bertujuan menjalin komunikasi di antara komunitas tersebut, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait keberadaan komunitas.

"Selama ini pertemuan sudah sering namun dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing komunitas, dan baru tahun ini kita gabung menjadi satu", katanya.

Fenomena non-linier saat ini merupakan tantangan utama para ilmuwan teoritik di berbagai bidang karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak mengikuti hukum-hukum linier yang bisa direpresentasikan dengan matematika liniear, dan karenanya bisa dipecahkan solusinya.

Sejauh ini fenomena non-linier dipecahkan dengan pendekatan nomerik memakai sains komputasi, dan pada banyak kasus memerlukan perangkat komputasi berkinerja tinggi seperti komputer paralel.

Sedangkan sains komputasi sendiri dikatakan Laksana meliputi proses konstruksi model matematis dan teknik solusi numeriknya memakai komputer, kemudian akan diolah lebih lanjut memakai algoritma tertentu oleh komunitas teknik komputasi seperti TI.

"Sehingga jelas keterkaitan serta simbiosis mutualisma diantara ketiga komunitas tersebut", ujarnya.

Namun begitu diakuinya sejauh ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk melakukan kajian mendalam.

Oleh karenanya, LIPI berharap pertemuan ilmiah tersebut menjadi pemicu aktivitas riset untuk mengejar ketertinggalan yang bisa berdampak serius di bidang-bidang lainnya di masa datang.

Sumber : Antara (3 Desember 2008)


Re: Artikel-artikel media terkait dengan pelaksanaan CCCNS-2008
By : BIP Kominfo
Thursday, 4 December 2008 (06:50) from terminal 125.160.106.83

LIPI-MKI Gelar Konferensi Komputasi Dan Fenomena Non-linier
T.Gs/id/c

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI) menggelar konferensi ilmiah dengan fokus pada fenomena non-linier dan seluruh aspek komputasinya.

Konferensi yang bertajuk Conference on Computational, Computing and Non-linear Science (CCCNS 2008) merupakan yang pertama di Indonesia dan diinisiasi oleh konsorsium gabungan lembaga penelitian dan universitas di Indonesia yang bernaung di MKI.

“Pertemuan ilmiah ini merupakan gabungan dari pertemuan tahunan Workshop on Computational Science (WCS) dan Workshop on Non-linear Phenomena (WNP) yang diselenggarakan tahun 2004 dan 2006,” kata Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta, Rabu (3/12).

Menurutnya, penyelenggaraan dan penggabungan pertemuan itu oleh LIPI merupakan percobaan pertama untuk mempertemukan komunitas sains komputasi, dan komunitas non-linier, kemudian ditambah komunitas teknik komputasi.

“Selama ini pertemuan itu dilakukan sendiri-sendiri, yang satu pertemuan komunitas sains komputasi dan satu lagi komunitas non-linier, dan baru tahun ini kita gabung menjadi satu,” tambahnya.

Tujuannya adalah agar ada komunikasi di antara komunitas tersebut, sekaligus untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa ada bidang semacam itu. Kemudian tindak lanjutnya secara umum biasanya diantara mereka terus ada kolaborasi riset.

Disebutkan, fenomena non-linier merupakan tantangan utama para ilmuwan teoritik di berbagai bidang, karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak mengikuti hukum-hukum linier yang bisa direpresentasikan dengan matematika linier, dan karenanya bisa dipecahkan solusinya.

Sejauh ini fenomena non-linier dipecahkan dengan pendekatan nomerik memakai sains komputasi, dan pada banyak kasus memerlukan perangkat komputasi berkinerja tinggi seperti komputer paralel.

Sedangkan sains komputasi sendiri meliputi proses konstruksi model matematis dan teknik solusi numeriknya memakai komputer, kemudian akan diolah lebih lanjut memakai algoritma tertentu oleh komunitas teknik komputasi seperti TI. “Sehingga jelas keterkaitan serta simbiosis mutualisma diantara ketiga komunitas tersebut, ”ujarnya.

Sayangnya sejauh ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk melakukan kajian mendalam. Oleh karenanya, LIPI berharap pertemuan ilmiah tersebut menjadi pemicu aktivitas riset untuk mengejar ketertinggalan yang bisa berdampak serius di bidang-bidang lainnya di masa datang.

Sumber : BIP Kominfo (4 Desember 2008)


Re: Re: Artikel-artikel media terkait dengan pelaksanaan CCCNS-2008
By : Koran Tempo
Thursday, 4 December 2008 (06:51) from terminal 125.160.106.83

Bila Komputasi dan Fenomena Nonlinear Berpadu
wuragil

Berdasarkan riset dan hitung-hitungan yang sudah dilakukannya, Irwan Ary Dharmawan, fisikawan dari Universitas Padjadjaran Bandung, menyarankan sel-sel bakar (fuel cell) menggunakan media berporositas rendah sebagai anoda ataupun katodanya. "Peningkatan polarisasi gasnya jauh lebih tinggi dengan media ini daripada yang porositasnya tinggi," katanya.

Irwan keluar dengan kesimpulan itu setelah melakukan simulasi difusi beberapa macam gas sekaligus dalam geometri yang kompleks. Sayang, output berupa saran itu diberikannya kepada para ahli teknik kimia yang sedang bereksperimen dengan fuel cell di negara tetangga, Singapura.

Irwan mengungkapkan pengalaman penelitiannya itu dalam Konferensi Komputasi dan Fenomena Nonlinear yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemarin. Untuk pertama kalinya, konferensi itu menggabungkan pertemuan tahunan "Workshop on Computational Sciences" dan "Workshop on Nonlinear Phenomena" yang masing-masing diselenggarakan sejak 2004 dan 2006.

Laksana Tri Handoko, ketua panitia konferensi, menyatakan selama ini fenomena-fenomena nonlinear yang mendominasi sampai 99 persen kehidupan manusia (seperti pergerakan saham dan kemacetan lalu lintas) membutuhkan komputer dan pendekatan numerik--bukan analitik--sebagai penyelesaiannya. Sedangkan sains komputasi meliputi proses konstruksi model matematis dan teknik solusi numeriknya membutuhkan algoritma kalau ingin diolah lebih jauh. "Keduanya, fenomena nonlinear dan komputasi, saling terkait," kata peneliti di Pusat Penelitian LIPI itu.

Selain pengembangan sel bakar, kolaborasi kedua ilmu itu, ditambah dengan teknik komputasi, juga akan mudah sekali terlihat misalnya pada pengembangan teknologi komunikasi via kabel optik. Komunikasi yang mengandalkan gelombang cahaya ini, menurut Handoko, termasuk nonlinear. "Riset-risetnya di antaranya berguna untuk mencari teknik dan material yang efisien tapi murah," ujarnya.

Ada pula aplikasi untuk pengembangan di bidang teknologi nuklir. "Konferensi seperti saat ini diharapkan menjadi pemicu aktivitas riset yang terpadu untuk mengejar ketertinggalan kita yang bisa berdampak serius terhadap bidang-bidang lainnya di masa mendatang," tutur Handoko.

Mulai tahun depan, Handoko menginformasikan, konferensi juga berencana mempersatukan bidang ilmu fisika teori.

Sumber : Koran Tempo (4 Desember 2008)


Write a new reply :

Title :
Your name :
Message :
Dynamic key : *     [ click here ! ]
    or  


LIPI     O   P  I   -   Organisasi   Profesi   Ilmiah   Indonesia »»»»»»»»»»